CITA-CITA KU MENJADI SEORANG POLISI

25 Mei 2013

Lampu kamar tidurku masih menyala terang, saat tengah malam itu. Ada hal yang membuatku sulit terlelap. Padahal sepulang dari tugas jaga malam aku ingin sekali segera beristirahat. Tetapi entah mengapa aku sulit memejamkan mata?. Malam yang begitu dingin.Sementara gerimis di luar sana juga masih gembira bermanja dengan daun-daun dan ranting pepohonan.

Kutarik buku album yang berisi foto-foto masa kecil nan mungil dulu. Satu halaman ke halaman yang lain. Satu lembar ke lembar yang lain. Dan dari satu foto ke foto yang lain. Sungguh masa-masa yang indah. Ketika kecil dulu saya berkeinginan menjadi seorang pembela kejahatan, dan menegakkan keadilan di Negara Republik Indonesia. Menurut saya itu adalah ide yang sangat mulia. Ketika ditanya oleh salah satu guru Sekolah Dasar (SD) dulu mengenai apa cita-cita kalian, saya paling antusias menjawab dari pada teman-teman yang lain. Saya bilang bahwa saya ingin sekali menjadi seorang polisi. Pernah juga saya ungkapkan cita-cita itu kepada Mama, namun Mama saya cuma tersenyum sambil menganggukkan kepala. Tetapi itu cukup membuat saya senang.

Bulan Agustus pun tiba. Disekolah sedang sibuk mempersiapkan acara pesta Agustus-san. Ada macam-macam lomba yang digelar. Namun diantara sekian banyak lomba, saya hanya mengikuti lomba bidang study saja. Selain banyak lomba yang digelar, ada juga acara Karnaval. Acara inilah juga mengharuskan para siswa-siswi untuk mengikutinya. Sayapun kembali merengek sembari menarik-narik baju Mama. Saya ingin sekali mengenakan seragam polisi yang tadi sempat di pamerkan ibu guru di depan kelas. Namun lagi-lagi, beliau hanya menjawab senyum dan anggukannya. Terimakasih ma.

Persiapanpun dimulai, saya juga semakin antusias menantikannya. Hari itu Mama terlihat sangat sibuk, sedari pagi setelah masak, aku ditenteng keliling desa. Dari teman satu ke teman yang lainnya. Aku tak mengerti dengan sikap Mama. Ahh, ternyata Mama mencari kostum Polisi yang tepat untuk saya. Sampai akhirnya seragam Polisi itu di dapatkan. Haaa haaa senang hatiku. Tidak sabar menantikan hari istimewa itu, hari karnaval dimulai.

Siang itu wajah mentari seperti kian bersemangat, semilir udara siang juga menambah semangatku melambai. Aku dibonceng oleh Mama dari rumah menuju sekolah dengan senyuman yang juga lebar. Iya, saya sudah mengenakan seragam Polisi ini. Tak henti-hentinya pluit merah itu aku tiup kencang-kencang hingga bibirku sedikit membengkak. Namun bagiku tak apalah, yang terpenting aku terlihat lebih gagah dari biasanya. Mungkin saja saya mirip dengan Bpk Susilo Bambang Yudhoyono kali ya?, atau mungkin seperti Briptu Norman Kamaru. Tetapi apabila saya menjadi Polisi saya tak mau seperti Norman deh, soalnya saya tidak begitu suka lagu India. Hee heee heeee.

Dentuman drum band sudah di mulai. Dan ternyata saya berada di urutan terdepan bersama dua teman yang lain. Sambil menenteng Lambang Negara Indonesia Tercinta yaitu Burung Garuda. Dan dua teman disampingku membawa Bendera Merah Putih. Dan kitapun berjalan pelan ditengah sorak-sorai penonton. Seakan tak ingin segera berakhir pesta meriah ini. Dan Mama, terus berjalan pelan juga mengikuti iring-iringan karnaval itu.

Memang masa kecil adalah masa yang bahagia. Jangan pernah lupakan masa kecil kita, sebab dari situ kita bisa belajar untuk menjadi dewasa. Mama kau banyak berjuang untuk masa kecilku. Terimakasih untuk pengorbananmu. Maaf, anakmu tak bisa mewujudkan cita-cita menjadi polisi. Namun aku akan berusaha membahagiakanmu. Insyaallah.

24 komentar:

  1. Amiiiin,,,,,, cerita mengingatkan saya pada waktu kecil yang suka dengan pakaian seragam seperti itu. He,,,,x9

    Sukses selalu
    Salam,

    BalasHapus
  2. Dadi Polisi iku gampang kok sam.. Tiap agustus banyak loh polisi dadakan haha

    Yo mungkin itu sudah takdir kamu gak bisa menjadi seorang pembasmi kejahatan, tapi jangan berkecil hati, toh masih banyak kan profesi yang juga bermanfaat untuk siapa saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bii.

      Ini juga berkat do'amu dan bantuanmu selama ini.

      Hidup Polisi Kecil (Pocil)

      Hapus
  3. Amin, semoga menjadi polisis yang sholeh,

    beda dari polisi yng "..."

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mas.

      Namun untuk menjadi agaknya saya tidak bisa (bukan menyerah), namun saya akan tetap memberikan yang terbaik untuk Mama.
      Sebagai balasan senyum ihlasnya.

      Salam kenal juga.

      Hapus
  4. kunjungan perdana sobat. salm kenal
    visit back my blog y..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sobat, salam kenal juga.

      Terimakasih

      Hapus
  5. hehe, kalau cita2 saya semasa kecil berubah2 kayak power ranger :D
    Bener bgt! segala kelucuan dan kesalahan masa kecil membuat kita semakin dewasa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbk Litha sudah hadir di sini.

      Memang benar Mbk, walau kita sedikit nakal sih.

      Heheheeee

      Hapus
  6. cita2 ku menjadi orang kaya hoooii # tegar mode on

    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau itumah sama atu mimi. aku pun juga ingin.

      Tapi gak kesampaian

      Hapus
  7. Cita cita yang mulia nih sob! tapijadilah polisi seperti Hoegeng imam Santoso ya! xD Nice dahh

    Ziarah balik sob! xD
    http://lutfiezard.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amien Insyaallah mas.

      terimakasih atas kunjungannya

      Hapus
  8. cita2 sy wkt kecil juga gak kesampaian :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok bisa sama ya Mbk.

      Namun saya bersyukur, walau tak kesampaian alhamdulillah saya masih bisa memberikan sedikit senyum untuk Mama.

      Terimakasih atas kunjungannya

      Hapus
  9. masa kecil memang masa yang paling indah.Terkadang ingin sekali kembali ke masa-masa itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa lalu mengajarkan kita untuk bisa lebih baik dan lebih dewasa.

      Terimakasih

      Hapus
  10. cita-cita masa kecil hmmm, mengingatkan saya dulu keukeuh mau jd dokter, tp krn gak diizinkan finally, memang lbih cocoknya masuk psikologi tp mskpn bgtu, ada jg tmn2 yg iseng manggil bu dokter haha "dokter jiwa" maksudnya.

    byk pljrn yg bs kita ambil di masa lalu trmasuk impian kita,klo toh tdk terwujud, mgkn itu bukan suatu malapetaka melainkan bisa jadi Allah punya rencana yg lebih baik dari impian masa lalu itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali Mbk Wahyuningsih.

      Salam hangat dari Jember ya atas Kunjungannya

      Hapus
  11. Wah sama dong, dulu pas kecil juga mau jadi polisi ;))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaa mungkin di Indonesia terlalu banyak yang berita cita jadi Polisi ya Mas Rayhan.

      Hehehee jadi sampai banyak yang gak kesampaian.

      Hapus
  12. jadi pulisi satu langkah menuju neraka

    BalasHapus