CAPUNG, APA KABARNYA ENGKAU KINI?

22 Okt 2013
Fajar muncul pelan dari ufuk timur, semakin lama dunia ini semakin terang. Suara gagah Ayam Jago juga tidak pernah ketinggalan. Mereka beradu suara bersaut-sautan, berharap mendapatkan perhatian sang Betina. Saya terbangun, lalu beranjak mencipratkan air ke muka yang lusuh ini. Duh Gusti, terima kasih telah memberikan kesempatan kembali untukku. Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur. Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan.

Yeah. Saatnya menikmati pagi yang indah. Menyusuri jalanan desa. Dan merasakan udara segar juga embun jernih di dedaunan. Tidak lupa berpamitan kepada Emak. Dan Beliaupun mengijinkan kebiasaan anak lelakinya ini. Ku singkirkan sandal jauh-jauh serta kusingsingkan lengan kaos tinggi-tinggi. Dan sayapun siap lari pagi.

Saat lari pagi, ada hal menarik yang sering saya lakukan. Sobat pengen tau apa yang saya lakukan? Iya, saya senang berburu binatang terbang macam Capung. Capung adalah binatang cantik yang bisa terbang dan mempunyai 4 sayap yang dibagi 2 di sisi kanan dan kirinya. Binatang ini juga mempunyai bermacam-macam warna. Ada yang berwarna ungu, kuning, merah, dan lain-lain.

Saat pagi hari, Capung biasanya akrab dengan dedaunan yang basah. Mereka hinggap secara terpisah di tetehan (tanaman pagar) yang basah karena embun. Mereka akan diam dan tuma'ninah hingga beberapa jam, lalu mereka akan tebang kembali untuk mencari tempat yang lebih sejuk.

Sahabat, di desa tempat saya tinggal. Kami menyebutkan Capung dengan berbagai nama. Untuk Capung kecil biasa kami menyebutnya Tete Iyek atau Jentrung. Dan untuk Capung yang lebih besar kami biasa menyebutnya Kinjeng. Bahkan di beberapa daerah lain ada yang menyebutnya Papatong. Capung adalah nama umum di negara kita, sedangkan untuk kelas internasional Capung biasa di sebut dengan Dragonfly.

Baiklah sahabat cerita saya tentang Capung ini akan panjang. Untuk itu saya ijinkan bagi Anda yang ingin memesan kopi ataupun camilan lainnya saya persilahkan. Barangkali ada yang mau menengok facebook ataupun twitter barang sesaat juga saya persilahkan. Atau memilih lagu favorit juga boleh. Namun jangan lupa untuk kembali lagi kesini, dan bayar ongkos parkirnya. Hehee.


Beberapa bulan yang lalu, tepatnya sebelum saya benar-benar ditinggalkan oleh kawan-kawan baik saya di salah satu organisasi pencinta alam. Terlebih dahulu saya telah dikenalkan oleh filosofi hewan bersayap empat bernama Capung. Capung adalah hewan terbang hebat yang pernah saya kenal. Dan Capung juga merupakan icon sejarah dunia.

Capung adalah hewan terbang hebat dan unik. Banyak sejarah yang menceritakan bahwa Capung merupakan salah satu serangga purba. Mereka sudah ada di bumi sejak 300 juta tahun yang lalu. Fosil capung terbesar yang pernah ditemukan di bumi mempunyai ukuran lebar sayap lebih dari 3 meter. Capung juga memiliki spesies lebih dari 5000 spesies yang terdapat di seluruh penjuru dunia. Dan yang paling banyak berada di Negara kita Indonesia.

Capung juga merupakan hewan yang dapat dijadikan indikasi adanya air bersih. Dimana ada Capung, disitulah terdapat air yang bersih. Air bersih tanpa pencemaran. Jangan ragu untuk mengkonsumsi airnya, namun harus tetap berhati-hati dan waspada menggunakannya.

Capung dan air bersih adalah rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Karena Capung menaruh telur-telurnya dipermukaan air. Mereka akan senantiasa menjaga dan melindungi daerah kekuasaannya dari hewan lain. Termasuk Capung lain yang ingin mengusiknya, jadi tidak heran bila kita sering melihat mereka berkelahi di area air bersih tersebut.

Capung termasuk hewan yang ganas. Karena semenjak mereka menetas dari bertelur dan berkembang biak, maka untuk mempertahankan hidupnya mereka memangsa ikan-ikan kecil di air, termasuk plankton dan nyamuk. Semakin banyak Capung, maka dapat diprekdisikan populasi nyamuk akan semakin menurun jumlahnya.

Menangkap Capung memang tidak mudah. Karena seperti halnya Lebah, Capung mempunyai mata yang besar dan lensa yang bersegi-segi. Untuk itu Capung dapat melihat lingkungannya dari berbagai sudut. Sedikit saja mereka merasa terusik, maka mereka akan terbang dengan cepatnya.

Yang tidak kalah indah dari Capung adalah ke empat sayapnya. Capung memiliki 2 yang terbagi di kanan dan kirinya. Sayap bagian depan lebih panjang dibandingkan dengan bagian yang belakang. Coba perhatikan pada saat dia terbang. Kedua sayapnya bergerak secara bergantian. Bila bagian depan bergerak keatas maka yang bagian belakang akan bergerak ke bawah. Begitulah seterusnya.

Capung dapat dikatakan adalah serangga tercepat yang ada dibumi. Benarkah? Iya, Capung dapat terbang dengan kecepatan 50 km/jam. Capung juga dapat melakukan berbagai macam atraksi menarik di udara. Mulai dari terbang maju, mundur, serta menikuk-nikuk (manuver) di udara.

Adalah Igor Ivanovich Sikorsky. Sahabat tentunya sudah gandrung sekali dengan nama profesor yang satu ini. Salah seorang profesor yang berhasil mengembangkan gaya terbang Capung menjadi salah satu kendaraan udara hebat di dunia. Iya, kendaraan udara itu adalah Helikopter. Kendaraan udara yang dapat terbang ditempat, bergerak maju dan mundur secara vertikal.

Bagaimana sahabat, unik dan hebat kan si Capung?


Baiklah. Mungkin sekitar sepuluh tahun yang lalu.Tepatnya ketika saya masih akrab dengan dunia anak. Saya sering melihat Capung berterbangan. Mereka hinggap di beberapa tempat dan terbang kesana kemari. Sayapun berlomba untuk mendapatkannya. Tentunya juga dengan peralatan yang serba sederhana. Mulai dari plastik prapatan (seper-empat), sapu lidi, dan benang.

Dengan keahlian saya mengendap-endap, saya ayunkan sapu lidi tepat pada saat Tete Iyek itu sedang semedi menelungkupkan sayapnya. Tidak jarang Tete Iyek itu meregang nyawa. Emm... begitu kejamnya diri saya saat kecil dulu. Tragis, kadang dari kekuatan sapu lidi andalan saya, juga sempat membuat tubuh Capung dedel duwel terpisah antara kepala dan badannya. Duh Gusti ampuni hambamu ini.

Dragonfly, Capung, Dodok Erok, Tete Iyek, Capung Badak | Pacapaku
Dodok Erok | Tete Iyek | Capung Badak | Orthetrum Sabina

Gambar bagian kanan itulah yang sering saya sebut Tete Iyek. Salah satu Capung mungil yang paling banyak menderita karena berhasil saya tangkap. Tujuan saya menangkapnya adalah agar saya dapat dengan mudah mendapatkan si Dodok Erok (bagian tengah dan kiri). Setelah saya mengumpulkannya kedalam plastik yang sudah saya bawa, maka saya akan segera mengikatnya dengan benang lalu mengikatkannya dengan ranting-ranting pepohonan. Iya, saya membuat pancing dengan umpan si Tete Iyek.

Tidak lama untuk mendapatkan Dodok Erok. Hanya memerlukan sedikit waktu untuk menangkapnya. Gampang. Setelah mengentul-ngentulkan pancing dihadapan si Dodok Erok. Maka dengan sepatnya Dodok Erok menyambar pancing saya. Yes, akhirnya saya mendapatkannya.

Bahasa ilmiah dari Dodok Erok di atas adalah Orthetrum Sabina atau lebih di kenal dengan Capung Badak nama inggrisnya Green Skimmer. Salah satu Capung yang dapat dibilang ganas. Karena Orthetrum Sabina biasa menyantap jenis Capung yang lebih kecil maupun yang lebih besar ukurannya. Seperti yang saya ceritakan diatas untuk mendapatkan Orthetrum Sabina sangatlah mudah, yaitu dengan memakai umpan Capung yang lebih kecil seperti Tete Iyek.

Dragonfly, Capung, Bulus, Tete Iyek, Capung Badak Kecil Biru | Pacapaku
Bulus | Male Chalky Percher | Diplacodes Trivialis

Nah sahabat, Capung yang satu ini juga tidak kalah keren. Biasa saya dan teman-teman di desa menyebutnya Bulus, karena warna dari capung yang satu ini sangat biru. Dibandingkan dengan Tete Iyek, capung yang satu ini lebih sukar ditangkap. Larinya gesit, dan kekuatan tubuhnya juga baik.

Bulus juga dapat dijadikan umpan untuk memancing Dodok Erok. Dengan memakai umpan Tete Iyek kita bisa mendapatkan 2 Dodok Erok, sedangkan memakai umpan Bulus, kita bisa mendapatkan Dodok Erok lebih dari itu. Oleh karena itu, mendapatkan Bulus adalah sesuatu yang menyenangkan.

Nama inggris dari Tete Iyek adalah Female Chalky Percher, sedangkan Bulus Male Chalky Percher.

Dragonfly, Capung, Njrabang,  Neurothemis Terminata Jantan | Pacapaku
Njrabang | Shojotombo | Neurothemis Terminata Jantan

Dragonfly yang satu ini sering saya jumpai saat jelang sore hari. Biasanya dia hinggap di dedaunan dekat sumur (perigi) tempat saya biasa mandi. Warnanya mencolok dengan sayap yang juga merah. Biasa kami menyebutnya Njrabang (sangat merah).

Agaknya dia adalah tipe Capung yang pemalu. Terlihat dari kemunculannya setiap sore hari, dia selalu sendiri. Tidak seperti Capung-capung yang lain yang sangat gembira saat bersama. Njrabang adalah Capung mandiri.

Njrabang adalah Capung yang cukup gesit. Manuvernya nyaris sempurna. Kalau Kalian beruntung menemuinya saat sore hari, coba perhatikan! Dia akan terbang dengan berbagai gaya. Dan hinggap di ranting-ranting pohon dengan luwesnya. Bahkan cengkraman kakinya yang kuat juga dapat menompang tubuhnya sekalipun dalam keadaan terbalik.

Menurut Mbk Imelda, di Jepang juga ada Capung jenis Njrabang. Orang Jepang akrab menyapanya Shojotombo. Hal ini membuktikan bahwa di Jepang juga masih banyak berterbangan Capung-capung yang juga tak kalah indah dengan yang biasa kita temui. Bertemu dengan Capung adalah sesuatu yang menyenangkan.

Setelah saya coba mencari informasi di mesin google. Njrabang juga mengantongi nama Neurothemis Terminata. Dia adalah jenis Jantan. Sedang yang betina telihat berbeda dari kondisi sayapnya yang tidak semerah si Jantan. Biasanya yang betina terlihat aktif dan lebih banyak pencilaan dari pada yang jantan.

Njrabang adalah sosok yang pendiam dan mandiri.

Dragonfly, Capung, Ischnura Senegalensis, Capung Jarum, Kinjeng Dom | Pacapaku
Capung Jarum | Kinjeng Dom | Ischnura Senegalensis

Ischnura Senegalensis atau Capung Jarum. Salah satu Capung "mungil" yang senang dengan air yang mengalir lambat. Biasanya saya sering melihatnya di perairan sawah yang bening. Dia akrab dengan rerumputan segar yang hijau. Kami biasa menyebutnya Kinjeng Dom karena bentuknya yang sama dengan jarum.

Kinjeng Dom juga memiliki varian warna yang sangat beragam. Ada yang berwarna biru, merah hati, orange, bahkan ada yang kuning langsat serta hitam.

Walaupun memiliki ukuran yang kecil, namun tidak mudah untuk menangkapnya. Karena sedikit saja kita lengah, maka hilanglah sudah dia diantara rerumputan. Dia pandai bersembunyi, dia juga pandai menyusup kebeberapa rerumputan untuk sekedar menghindari musuhnya.

Kata nenek. Capung Jarum adalah lambang sebuah cinta. Setuhune Welas (sebenarnya cinta). Iya, itu yang saya ingat. Saya tidak begitu cendikiawan untuk menyelediki uangkapan Nenek. Namun mungkin penyebabnya adalah sepasang Capung Jarum yang sedang kawin dia akan membentuk sebuah tanda love diantara mereka berdua. Mungkinkah benar? Saya juga kurang begitu yakin.

-0-

Baiklah sahabatku yang baik hatinya. Cerita diatas adalah sebuah kisah pertemanan saya dengan beberapa Capung. Namun bukan hanya jenis-jenis diatas yang pernah saya kenal. Namun sangatlah beragam. Bahkan saya tidak dapat untuk menghitungnya. Bahagia rasanya bisa berkenalan dengan Dragonfly.

Bila ambisiku masih terus berkobar, saya ingin kembali mengulang kisah hidup yang indah ini dengan Capung-capung yang lain. Namun, jujur saya harus berkecil hati. Karena beberapa diantara yang sudah akrab saya kenal. Kini sudah jarang sekali saya temui. #SaveCapung.

*Foto-foto diatas saya ambil melalui google

32 komentar:

  1. kinjeng.. mungkin helicopter juga terinspirasi dari sini yo cak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, ispirasinya memang dari Capung/Kinjeng mas.

      Hapus
  2. ya Allah,,langka ya capung sekarang mas....cantik2,tauu aja namany kalo saya dah pusing g inget2 hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pandai mengingat kayaknya Bu. Hehee.

      Hapus
  3. Mantap banget nih,,,, komplit kang, saya baru melihat jenis-jenis capung yang cantik-cantik di sini. Ternyata banyak juga ya capung yang indah warnanya. keren-keran photo capungnya/

    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto-fotonya saya ambil di Google kok Mas. Soalnya saya tidak punya camera. Biasah HP jadul yang potonya ngeblur yang saya punya.

      Terima kasih ya.

      Hapus
  4. Capung ternyata macam-macam jenisnya. Allahu Akbar. Maha Sempurna Alloh dalam mencipta.

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Kenapa Mbk Lucky. Lucu ya namanya...

      Hapus
  6. Wah, baru tahu kalau capung punya banyak variant seperti itu. Bagus, gak kalah sama kupu2... Bisa diternak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau Bpk Darto besedia menernak juga boleh. Namun kayaknya Capung lebih suka kebebasan deh.

      Hapus
  7. saya pernah lihat semua capung itu,, tapi ngga hapal namanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin namanya sudah beda ya Mas? Lalu sekarang masih biasa melihat Capung tidak?.

      Hapus
  8. Jernih banget mas gambar-nya
    oa mas idzin follow y blog-nya dtunggu follow back-nya mas

    BalasHapus
  9. dikampung asal saya, capung disebut kotrik. Dulu sering nyari untuk makanan burung.
    Memang benar, saya dulu sering mengamati tingkah laku capung dipagi hari yang akan selalu dieeemmm tanpa merasa terusik dengan kehadiran saya di pagi hari, dan jika matahari sudah muncul pada saat yang tepat ia akan terbang

    BalasHapus
  10. aku dulu waktu kecil suka nangkap capung pake plastik

    BalasHapus
  11. wah capung-capung yang waktu saya kecil suka ditangkapin pake plastik terutama yang warna merah itu :D

    BalasHapus
  12. sama kalo ditempatku capung kecil disebut tete iyek tapi kalo besar bambangerang :D

    BalasHapus
  13. Weleh² mendadak dadi seneng nang seset rek hehehe

    BalasHapus
  14. jadi keingetan dulu sering berburu capung waktu kecil deh.
    Oya, kalo di bandung ada mitos juga kalau anak kecil sering ngompol, udelnya ditempelin capung gitu supaya kebiasaannya ilang loh mas hehe

    BalasHapus
  15. Banyak juga ya gan macam" capung dan mereka cantik" :)

    BalasHapus
  16. jarang capung dirumah saya pak , mungkin padaa pulang kampung xixix :p

    BalasHapus
  17. Saya suka capung loh kerennn banget foto2nya ya

    BalasHapus
  18. capung nya cantik2..
    potonya keren
    tapi yang komen lebih keren *kaboor

    kalo inget capung, inget waktu kecil, jadi biar ga ngompol udele di gigitin capung :p

    haloo piye kabare rek..

    BalasHapus
  19. kebanyakan yg dibaca malah lupa mau nulis apa. hehehe....
    Oh ya, pernah datang ke desa yg penuh dengan capung dan sumber air jernih dimana-mana. tepatnya di dekat air terjun di kota Purwokerto. lupa namanya, tetapi di sekitar situ adalah sentra ikan mas dan sentra tahu.

    BalasHapus
  20. Pas aku masih di desa kalo sore paling suka nyari capung trus disimpen buat mancing di tambak esoknya. aku nyebutnya "kinjeng" heheh

    BalasHapus
  21. Banyaknya capung juga bisa jadi indikator yang menandakan bahwa udara di sekitarnya itu bersih loh...

    Salam kenal,

    BalasHapus
  22. kalau filosofi capung sdah dengar belum? itu yang katanya ada tamu kalau malam-malam kedatangan capung hehehe
    btw, fotonya bagus-bagus..

    aku ganti domain ya, follow ulang agar stay connect. Thanks..

    BalasHapus
  23. poto2 capung nya keren banget

    BalasHapus