DANURWENDA, ANAK YANG NAKAL

16 Jun 2014
Dunia anak-anak bagi saya adalah dunia yang menyenangkan. Karena dari masa anak-anak itulah kita akan semakin banyak mengenal proses ingin tahu. Ingin tahu tentang warna. Ingin tahu tentang angka. Ingin tahu tentang jenis kendaraan. Dan masih banyak ke-ingin-tahu-an yang lainnya. Semua itu dapat kita pahami mulai dari saat kita kecil.

Lantas bagaimana peran kita sebagai orang yang lebih paham? Jawabannya jelas. Kita harus membantu mereka untuk mencari tahu. Apa itu? Bagaimana itu? Dan Mengapa begitu?

Kalau kita dapat berperan aktif dalam masa tersebut, dan dapat memberikan bimbingan positif kepada mereka. Maka kemungkinan mereka berkembang lebih baik, akan lebih banyak. Dan sebaliknya. Apabila sedari kecil sang anak sudah terjejali oleh kata-kata dan sentences yang kurang baik. Maka presentase anak tersebut tumbuh lebih buruk akan semakin luas.

Lalu, bagaimana dengan "Anak Nakal"?

Apa pada saat mereka memasuki masa kanak-kanak mereka tidak mendapatkan bimbingan yang lebih positif dari lingkungan terdekatnya?

Jawabannya, mari kita fikirkan bersama.
Danurwenda Anak Yang Nakal, Pacapaku, Imam Sujaswanto, Anak Nakal, Jaswan
Foto Unik Danur Saat Jalan Sehat dan Senam Bersama

Kali ini saya akan bercerita tentang salah satu murid saya yang bernama Danur. Danurwenda nama lengkapnya. Dari perawakannya terlihat sedikit pendek gemuk, cuek, nyantai, juga pemalu. Mungkin itu kesan yang sempat saya tanam dalam hati saya saat mulai berjumpa dengan anak ini.

Namun seiring perjumpaan demi perjumpaan, kesan saya sedikit berubah. Banyak teman-teman satu kelas yang meng-klaim bahwa "Danur adalah anak yang nakal". Benarkah? Mungkin bisa saya benarkan. Danur adalah yang nakal, iya memang demikian keadaannya. Dia sering membuat ulah dan kejahilan-kejahilan yang luar biasa hebat. Baik saya juga teman-teman lain yang membimbing di Rumah Belajar juga sempat kualahan mengatasinya. Bukan hanya jam pelajaran saja, namun pada saat istirahat juga kenakalan Danur meningkat. Bahkan salah satu teman putrinya sempat di buat mewek gara-gara ulahnya. "Owalah Danur, nyidam apa ibumu dulu?" ini yang saya rasakan dalam hati.

Waktu itu saya sedang dalam kelas, mengajar tentang bab Surat Resmi dan Surat Pribadi. Keadaan kelas sangat tenang di beberapa menit pertama saat saya memulai pelajaran ini. Terutama Danur, dia begitu antusias mendengarkan saya berceloteh ria tentang jenis-jenis surat, juga peserta didik yang lain. Buku di buka sedangkan pensil di goyang-goyang dengan tangan kanannya.

Ketika saya mengajar adik-adik saya selalu berusaha seinteraktif mungkin dengan mereka. Tujuannya supaya yang saya ajarkan mengena pada fikiran mereka. Dan sesi penjelasan pun selesai. Kali ini adalah kesempatan bagi adik-adik menulis apa yang sudah saya jelaskan di whiteboard.

Namun, belum selesai saya memberikan perintah, Danur nyolot dengan lantangnya dengan mimik wajah minim dosa. "OMG hellow, oh my to the god, jangan banyak-banyak dong, Kak. Capek tauk!!!!". Anda bisa membayangkan seketika seluruh teman-temannya satu kelas terbahak semuanya. Saya terdiam sejenak. Hati saya bagai di hujam seribu jarum dalam sekali waktu. "Yang lain tetap lanjutkan menulisnya, dan kamu Danur, ikut Kakak ke sekretariat sekarang" begitu jawaban saya selanjutnya.

Itu baru yang pertama. Kali ini cerita kedua. Kami yang ada di IPK memang memberikan waktu istirahat beberapa menit supaya mereka tidak jenuh. Biasanya moment seperti ini sering kami manfaatkan untuk bercengkrama dengan adik-adik, selain sebagian dari mereka ada yang bermain dan jajan jajanan ringan.

Disela kami bercengkrama, dua anak putri berlari ke saya seraya menangis terisak. Setelah saya melakukan introgasi ternyata semuanya adalah ulah Danur lagi. Sebagian pakainnya basah gara-gara di semprot air melalui kran tempat kami biasa ber-wudhu'. Dan semakin jengkelnya saya, seketika Danur menghilang dari tempatnya. Melarikan diri dan tidak mengikuti jam pelajaran ke dua.

Ada sesuatu yang begitu mendonimasi dari Danur. Jelas. Anak yang nakal memang sedikit membuat memory semua orang tetuju padanya. Namun, inilah Danur yang apa adanya. Tampil sederhana dengan penampilan yang serba membuat banyak orang tertarik.

Tapi, sudah beberapa minggu Danur tidak hadir saat kegiatan Rumah Belajar berlangsung. Kemana dia? Setelah ujian semesteran selesai dan memasuki masa libur panjang. Danur tidak muncul. Banyak orang yang merindukannya. Terutama kakak-kakaknya yang membimbing di kelasnya.

Danur, kakak merindukanmu.

17 komentar:

  1. Kenakalan memang banyak gejalanya. Slah satunya, mungkin faktor lingkungan. Di Jakarta udah gak asing bocah nan cilik bicara kasar, jorok dan ngerokok. Terus siapa yang disalahkan?sang anak atau orangtua? Kadang persoalan itu menjadi PR masing-msing untuk calon ortu dan yg sudah menjadi ortu

    BalasHapus
  2. makanya pendidikan sejak usia bini diperlukan untuk anak2 kita, supaya mereka bisa lebih sopan dan kenakalannya pun dalam batas yang wajar

    BalasHapus
  3. mohon maaf maksudnya usia dini

    BalasHapus
  4. namanya juga anak2, yang penting sebagai orang tua harus selalu memberi nasihat mana yang baik dan mana yang buruk supaya mereka tau dan tidak terbawa sampai dewasa

    BalasHapus
  5. dunia anak2 kan dunia bermain dan bersenda gurai, dan mereka belum tau mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak, tionggal tergantung orang tua masing2 yang mengarahkan dan mendidiknya

    BalasHapus
  6. sampai sekarang belum ketahuan ya dimana Danur?

    BalasHapus
  7. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus
  8. Tetap semangat aja, nanti juga kalau udah dewasa nakalnya hilang

    BalasHapus
  9. masa kecil nakal. belum tentu masa dewasa kelak nakal pula. pasti punya pemikiran untuk berubah dan tentunya dengan bimbingan orang tua

    BalasHapus
  10. kunjungan perdana, salam pertemanan ya :) ^_^

    BalasHapus
  11. Izin nyimak artikelnya mas?? Salam kenal, semoga sukses AMIIIN...

    BalasHapus
  12. anak nakal emang sering bikin jengkel tapi terkadang bikin rindu juga kalau dia gak ada :)

    BalasHapus
  13. Kamu tidak akan pernah mengerti betapa istimewanya arti air mata ku ini , sebelum kamu benar-benar membiarkannya keluar dari pelupuk matamu dan meleleh di pipimu . .

    BalasHapus
  14. very interesting information thank you for sharing information may be useful Agen Slimming Capsule

    BalasHapus
  15. Terkadang kita harus melepaskan seseorang yang kita sayangi........ Bukan kita tak lagi menyayanginya.....tapi karena dia lebih bahagia saat kita melepasnya ?

    BalasHapus
  16. sabar ya pak guruu ,, murid emang macem2 .. hahahaha :D

    BalasHapus